Wednesday, June 25, 2014

Kembali

Whoaaa.... Lihat dong kapan terakhir saya update blog ini. 4 JANUARI 2013. Setahun lebih saya nggak mengunjungi rumah kecil ini. Kalau blog ini diibaratkan sebagai rumah, saat ini saya sedang sibuk beres-beres. Menyapu debu yang pasti sudah menebal. Membersihkan sarang laba-laba yang sudah menempel di sana-sini. Menata kembali perabotan agar terlihat lebih rapi. Dan akhirnya, siap mengisi rumah ini dengan cerita-cerita baru lagi. :)

Selama setahun, banyak sekali cerita yang sayang sekali belum dituliskan di blog ini. Saya sekarang tinggal di Jakarta. Mencoba menyelami isi pikiran anak-anak dengan menjadi editor buku anak. Menjelajahi ibu kota di kala senggang. Membaca buku dan menulis di sudut kamar kos. Cerita-cerita tentang Jakarta akan menyusul. Saya janji!!

Inilah kunjungan perdana saya di tahun 2014 yang sudah berjalan setengahnya. Semoga besok-besok saya bisa lebih rajin menulis. See you (very) soon... :D

Friday, January 4, 2013

Halo 2013

Wah, udah tanggal 4 aja ni... Telat untuk memulai postingan di tahun baru? Semoga nggak ya.. Saya mau cerita sedikit tentang apa-apa yang saya lakukan di akhir 2012 dan awal 2013 ini, semacam rangkuman singkat. Ada apa saja? Mari disimak :)

  • Sidang skripsi
181212 kemarin bisa jadi tanggal keramat buat saya. Haha... Setelah mengerjakan skripsi berbulan-bulan, akhirnya tiba giliran masuk ruang pendadaran. Gimana rasanya sudah sidang skripsi? Yang pasti habis keluar ruang sidang justru saya blank, bingung, dan harus ekstra menyesuaikan diri sama temen-temen yang udah semangat ngajak foto. Haha... Karena sekarang masih proses revisi, kayaknya nanti aja ya cerita detailnya.
Yang ini saya nggak merencanakan, dulu kalau ditanya pasti jawabnya, "iya iya, nanti". Tapi ternyata pas itu sore-sore saya langsung ditodong sama Fath dan Fita buat bikin twitter. Oke, saya pikir boleh juga. Buat yang sempet nengok, kelihatan ya masih sepi. Semoga akun baru ini bisa bermanfaat buat jaringan sosial juga profesional. Hehe... :)

Bagi pecinta buku, sepertinya sudah nggak asing ya dengan akun ini. Goodreads bisa dibilang semacam jejaring sosial bagi para pecinta buku. Kita bisa menandai buku apa aja yang sudah dibaca, berbagi review, ikut banyak diskusi, dan masih ada berbagai fitur lainnya. Bisa dibilang saya agak telat tahu soal goodreads ini, tapi seperti peribahasa pembelaan sejak dulu kala, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
  • Membuat blog buku
Ternyata banyak ya akun-akun baru di media sosial yang saya buat. Untuk blog buku saya buat berawal dari kesukaan baca buku, tapi kadang kesan setelah baca buku hilang karena nggak ditulis review-nya. Kadang jadi lupa poin-poin penting dari buku itu. Pas blogwalking nggak sengaja nemu Blog Buku Indonesia dimana anggotanya punya blog khusus buku. And I decided to make my own one : Bercerita Buku. Postingan ini sekaligus saya anggap sebagai launching, jadi link Bercerita Buku sudah saya tampilkan di bawah header blog ini. Yang berkenan silakan ditengok.

  • Bergabung di Blog Buku Indonesia (BBI)
Nah, setelah bikin blog buku. Rasanya sayang aja kalau nggak didaftarin sekalian di BBI, yang bisa dibilang komunitas pembaca buku. Biar bisa saling berbagi cerita tentang buku. Hari ini saya resmi terdaftar dengan nomor anggota 209. Whoa, udah banyak juga yaa...

Harapan saya dengan akun-akun di atas, semoga ini bukan keinginan impulsif semata. Semoga nggak cuma semangat di awal saja. Dan yang terpenting, semoga bermanfaat :)

Apa cerita awal tahunmu?

Wednesday, December 26, 2012

Smile

Smile though your heart is aching
Smile even though it's breaking
When there are clouds in the sky
you'll get by

If you smile through your pain and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You'll see the sun come shining through
For you

Light up your face with gladness
Hide every trace of sadness
Although a tear may be ever so near
That's the time you must keep on trying
Smile, what's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile

Lagu karangan Charlie Chaplin untuk adegan terakhir Modern Times, 1936
(dikutip dari buku 123 Kutipan Film Ok oleh Hikmat Darmawan)

Sukaaa sekali kata-katanya. Saya nggak berlebihan, tapi sungguh setiap kata dari liriknya begitu mengena. Apalagi di bagian "although a tear may be ever so near, that's the time you must keep on trying". Pernah ngalami saat pandangan udah blur karena air mata tinggal menunggu jatuh, tapi kita terus coba menutupinya dengan senyum, dengan menghela nafas, dengan diam, dengan apa saja agar air mata itu tetap tertahan? Perasaan itu yang langsung terpikir ketika membaca liriknya.

Semoga bisa memaknai senyum dengan begitu positif seperti lagu ini. Terkadang menangis memang melegakan, tapi tersenyum juga obat yang nggak kalah ampuh kan?

Monday, October 15, 2012

Tell Me Your Wish Edisi Oktober


Ceritanya baru blogwalking dan sampailah saya di blog bernama Reading in The Morning. Ada satu postingan yang sangat menarik hati, tentang GIVEAWAY. Ternyata si empunya blog yang saya ketahui bernama Nana punya rutinitas giveaway buku setiap bulannya. Dan di bulan Oktober ini peserta giveaway diperbolehkan memilih beberapa buku dengan harga maksimal Rp 120.000,00. Haha, jelas saya nggak mau melewatkan kesempatan ini. Jadi, langsung saja...Ini wish list dari saya :)

1. The Marvelous Land of Oz - L. Frank Baum
Saya suka membaca cerita klasik, termasuk The Wizard of Oz karya L. Frank Baum. Bercerita tentang perjalanan Dorothy bersama anjingnya, Toto, di Negeri Oz mencari cara agar bisa kembali ke Kansas. The Marvelous of Oz ini adalah karya L. Frank Baum yang lain. Masih berlatar belakang Negeri Oz tapi dengan tokoh yang berbeda. Penasaran sekali pengen baca buku ini. Penuh imajinasi, tapi juga sederhana. Tokoh baru dengan petualangan yang (semoga) tak kalah seru. 

2. Dark Love - Ken Terate

Sudah cukup lama saya tidak membaca novel bergenre teenlit. Waktu jalan-jalan ke toko buku, Dark Love sangat menarik bagi saya, terutama karena cover-nya. Biasanya novel teenlit memiliki cover yang meriah melambangkan dunia remaja yang penuh warna. Tapi lihat saja cover Dark Love. Sederhana, juga terkesan tenang. Apalagi warnanya biru, warna favorit saya! :) Well, sepertinya kita memang (terkadang) harus menilai buku dari cover-nya. Oya, berawal dari cover ini saya juga jadi penasaran dengan ceritanya. Apalagi saya baca komentar di beberapa tempat katanya novel ini punya banyak pesan moral.

3. The Naked Traveler 4 - Trinity
Belum lama saya mulai membaca tulisan Trinity. Ternyata cerita traveling-nya sangat seru. Kita diajak keliling dunia lewat ceritanya yang sudah melanglang buana ke mana-mana.  Tentu saja, buku ini berhasil bikin saya pengen jalan-jalan. Hehehe... Pengen banget baca cerita Trinity di bukunya yang keempat ini!

Itu dia wish list dari saya, mari kita lihat harga masing-masing... (saya cek dari bukabuku.com)
The Marvelous Land of Oz : Rp 30.000,00
Dark Love : Rp 40.000,00
The Naked Traveler 4 : Rp 49.000,00
Totalnya adalah Rp 119.000,00

Hehe, semoga saya bisa dapet giveaway ini. Kalau dapat alhamdulillah, kalau nggak mari kita menabung... :))

Bagi yang mau ikutan giveaway juga, silakan klik Reading in The Morning.

Sunday, October 14, 2012

Well Done!


Mulai dari panas dingin tiba-tiba waktu naik tangga, ketinggalan 'kereta' karena orangnya udah masuk duluan, sampai terlibat percakapan mati gaya (Anda siapa? Bukan mahasiswa sini kan?)

Tapi akhirnya, selamat!

Perjalanan kali ini berakhir dengan indah. Selamat bersiap-siap untuk petualangan selanjutnya... :))

Friday, June 29, 2012

Belajar Sejarah Indonesia, Merasakan Jadi Mata-Mata

Hello wooorld...jelajah museum is back! Setelah vakum cukup lama, akhirnya Lulu-Luki-Unin bisa jalan-jalan menjelajahi museum lagi :) Oya, sekadar informasi, jelajah museum ini kegiatan jalan-jalan (murah meriah dan menambah pengetahuan) yang saya lakukan bersama dua teman (Luki & Unin). Jelajah Museum terakhir yang kami lakukan adalah jalan-jalan ke Museum Benteng Vredeburg, ikut acaranya anak Sejarah UGM yang bertajuk Night at Museum. Itu sudah sekitar awal Mei lalu. Dan beberapa waktu lalu akhirnya kami jalan-jalan lagi, tujuannya: Museum Perjuangan dan Museum Sandi Negara. Ini ceritanya... :)

Museum Perjuangan dan Sandi Negara merupakan dua museum berbeda, tapi berada dalam satu bangunan yang sama. Museum Perjuangan terletak di lantai 1, sedangkan Museum Sandi Negara dibangun di bawah tanah. Kedua museum ini beralamat di Jalan Kolonel Sugiyono nomor 24, Mergangsan, Yogyakarta. Untuk masuk ke kedua museum ini, kita tidak dikenakan tiket masuk. Museum Perjuangan dan Sandi Negara buka setiap hari Selasa-Kamis (08.30-14.00 WIB), Jumat (08.30-11.30 WIB), dan Sabtu-Minggu (08.30-11.30 WIB). Mari simak apa saja yang kami temukan di sini.

Museum Perjuangan
Museum Perjuangan mulai dibangun pada 1958 untuk memeringati setengah abad Kebangkitan Nasional. Setelah melewati proses pembangunan yang cukup panjang, dua tahun kemudian museum ini pun diresmikan. Bangunan Museum Perjuangan merupakan perpaduan antara arsitektur Barat dan Timur. Arsitektur khas Barat dapat dilihat dari bentuk bangunan bagian atas yang mirip dengan bangunan di Roma jaman kekaisaran Romawi. Sedangkan arsitektur Timur ditonjolkan melalui relief-relief ala candi yang mengelilingi bangunan di bagian bawah museum. Bangunan museum ini sendiri dikenal dengan istilah 'Ronde Tempel'.



Jika kita mengunjungi museum ini, sejarah yang lebih lengkap mengenai pendirian museum akan terpampang jelas. Selain itu, kita bisa melihat berbagai koleksi yang menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dahulu. Seperti patung para pejuang, bambu runcing, perlengkapan para pejuang, dan berbagai lukisan tentang perjuangan Indonesia. Kita juga bisa melihat contoh uang kertas di masa lalu, yang dikenal dengan Oeang Repoeblik Indonesia (ORI). Ada pula alur perdagangan rempah-rempah, yang merupakan aset berharga dari Indonesia.


salah satu koleksi
Setelah puas melihat koleksi di Museum Perjuangan, kita bisa langsung turun menuju museum selanjutnya. Siap-siap, karena kita akan belajar menjadi agen rahasia di sini. Mengenal berbagai sandi dan belajar menggunakannya :)

Museum Sandi Negara
Museum ini masih tergolong baru, diresmikan pada 2008. Museum Sandi Negara diprakarsai oleh dr Roebiono Kertopati, yang dikenal sebagai Bapak Persandian Indonesia. Beliau juga merupakan dokter pribadi Presiden Soekarno. 

Sesuai namanya, Museum Sandi Negara akan mengajak kita mengenal berbagai sandi-sandi rahasia. Yang lebih mengasyikkan, kita tak hanya bisa membaca informasi mengenai sandi ini, tapi juga mencoba menggunakannya. Ada berbagai sandi yang akan menantang kita untuk memecahkan penggunaannya. Salah satu sandi di sana adalah cardan grille, terdiri dari satu teks (bisa apa saja, koran, artikel, surat dll) dan sebuah papan penutup di atasnya. Cara membuat pesan dengan sandi ini adalah melubangi papan penutup tepat pada huruf-huruf di teks yang ingin kita jadikan pesan rahasia. Hanya papan penutupnya saja yang kita lubangi, jadi penerima informasi akan membacanya dari huruf-huruf yang terlihat di papan.

Cara mengirim pesan rahasia lainnya adalah melalui tato. Diceritakan dahulu seorang prajurit yang menjadi pengantar pesan akan dicukur semua rambutnya hingga botak. Setelah itu, pesan rahasia akan ditato di kulit kepalanya. Kemudian, rambut prajurit tersebut dibiarkan tumbuh menutupi pesan rahasia. Setelah itu, barulah si prajurit dikirim untuk menyampaikan pesan tersebut. Sesampainya di tujuan, kepalanya akan digunduli lagi untuk melihat pesan yang ingin disampaikan. Terdengar menyedihkan yaa..(bagi si prajurit). 

Sandi yang tidak kalah menarik adalah Sandi Caesar. Disebutkan sandi ini merupakan yang paling mudah dan terkenal di seluruh dunia, tapi tetap saja saya-Luki-Unin harus baca petunjuknya berkali-kali sebelum akhirnya mengerti :p Cara menggunakan sandi ini adalah kita perlu menulis huruf A-Z secara berurutan. Lalu di bawah huruf A kita menulis huruf D dan seterusnya hingga huruf C berada di bawah huruf Z. Berikut ilustrasinya:
Alfabet biasa: A B C D E F G H I  J K L M N O P Q R S T  U V W X  Y Z
Alfabet sandi: D E F G H I  J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z  A  B C
Lalu bagaimana cara menggunakan sandi ini? Si pengirim pesan akan menulis pesan rahasia dengan alfabet sandi. Kemudian penerima pesan menerjemahkannya dengan mensubtitusi alfabet sandi ke alfabet biasa, sehingga pesan rahasia pun terbaca. Contoh mudahnya, kata SAYA dalam Sandi Caesar akan dituliskan dengan VDBD. Mudah bukan? (iyaa, sekarang aja bisa bilang gampang :p)

Begitu menyenangkannya menjelajahi isi Museum Sandi Negara, karena selain belajar tentang sandi kita juga akan mengenal berbagai peralatan modern persandian masa kini. Ada pula profil mata-mata, contoh peristiwa persandian di dunia internasional, dan game sandi yang bisa kita mainkan. Oya, ilmu mengenai pesan rahasia sendiri disebut kriptografi (saya juga baru tahu di museum ini :D). 

Mau belajar tentang sandi juga? Jangan ragu-ragu untuk mengunjungi museum ini. Biar lebih tertarik, nih saya kasih oleh-oleh quote menarik dari dr. Roebiono.

Sekian dulu jelajah museum kali ini, vdpsdl mxpsd gl shwxdodqjdq mhodmdk pxvhxp vhodqmxwqbd (pecahkan dengan Sandi Caesar :D)

Tuesday, June 19, 2012

Bertemu Lupus Lagi :)



Me time paling menyenangkan bagi saya (sejauh ini) adalah jalan-jalan ke toko buku. Dan inilah yang saya dapatkan dari jalan-jalan ke Gramedia School Fair kemarin. 
Halo Lupus, kita bertemu lagi :D